Korea Utara dan Selatan bersatu untuk Piala Dunia  2023

Korea Utara dan Selatan bersatu untuk Piala Dunia  2023

 

sembilan penawaran telah diajukan ke FIFA untuk turnamen menjadi tuan ruamah event empat tahunan ini.

 

demikian juga dengan Korea Utara dan Korea Selatan yang  telah mengajukan penawaran untuk menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia Wanita 2023.

dengan tawaran tersebut badan sepak bola dunia FIFA mengonfirmasikan telah ada total sembilan proposal pegajuan yang masuk untuk turnamen tersebut.

 

penawaran lain datang dari Argentina, Australia, Bolivia, Brasil, Kolombia, Jepang, Selandia Baru dan Afrika Selatan, ini berarti empat dari enam konfederasi sepakbola wanita dunia, Afrika, Asia, Oseania, dan Amerika Selatan telah  diwakili dalam kontes perebutan posisi tuan rumah.

 

seluruh federasi yang terlibat  memiliki waktu satu bulan sampai dengan bulan oktober untuk memasukan kelengkapan registrasi penawaran  dan untuk menyerahkan proposal proposal penawaran mereka, serta menandatangani perjanjian hosting dan semua dokumen dokumen terkait lainnya.

 

Berbeda dengan turnamen sepak bola putra, dimana penawaran tuan rumah akan di tentukan berdasarkan pemungutan suara 211 asosiasi anggota di Kongres FIFA, sedangkan untuk piala dunia wanita pemenang  akan diputuskan dengan pemungutan suara 37 dewan yang berpengaruh kuat di FIFA pada bulan maret Maret depan.

 

Dalam sebuah pernyataan, FIFA mengatakan “akan menerapkan proses yang adil dan transparan, yang akan mencakup model evaluasi yang jelas serta komitmen konkret yang berkelanjutan, dan dari sisi hak asasi manusia”.

 

FIFA memperkenalkan elemen hak asasi manusia untuk kontes penawaran tuan rumah piala dunia pada tahun 2017 menyusul kritik luas terhadap keputusan untuk memberikan posisi tuan rumah piala dunia 2018 dan 2022 masing-masing ke Rusia dan Qatar.

 

Menurut buku “Tinjauan Proses Penawaran” setebal 41 halaman, FIFA akan mensyaratkan “pelaksanaan hak asasi manusia dan standar perburuhan” oleh federasi yang akan melakukan  penawaran, pemerintah dan “entitas lain” yang terlibat dalam mengorganisir acara, termasuk mereka yang membangun atau merenovasi stadion, pangkalan pelatihan, hotel, bandara, dan fasilitas lainnya yang terkait dengan acara tersebut.

 

tawaran bersama Korea selatan dan utara ini tidak diragukan lagi akan menarik perhatian yang paling besar dari semua federasi. 

Australia adalah negara yang pertama menyatakan minat mereka untuk menjadi tuan rumah, dan mungkin mereka juga merupakan pelopor dalam hal kampanye media.

 

Pengumuman tentang adanya sembilan calon tuan rumah piala dunia wanita ini, sudah sangat membuat FIFA gembira, karena telah terjadi perkembangan yang sangat pesat dibanding dua piala dunia wanita sebelumnya, dimana hanya ada dua federasi yang mengajukan penawaran untuk edisi turnamen tahun 2015 dan 2019. fakta ini menjelaskan bahwa mereka semua adalah calon tuan rumah yang baru, sehingga dapat di jadikan indikasi dari pertumbuhan   sepak bola wanita di dunia.

 

Turnamen tahun ini akan digelar di Prancis antara 7 Juni dan 7 Juli, dengan 24 negara yang ambil bagian diantaranya adalah Inggris dan Skotlandia .

Para Penggemar game poker online dapar bermain dengan bonus terbesar di link berikut ini.